Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016

  • 2016-03-12 10:20:21

Penyakit polio atau poliomyelitis adalah penyakit paralisis atau kelumpuhan yang disebabkan oleh virus. Penyakit polio sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat. Biasanya kasus terbanyak penyakit polio menyerang anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa bisa bebas dari penyakit polio.

 

Penyebab Penyakit Polio

Penyebab penyakit polio adalah poliovirus (PV). Virus ini masuk melalui mulut dan hidung, kemudian berkembangbiak di dalam tenggorokan dan saluran pencernaan. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis).

Resiko terjadinya poliomyelitis:

  1. Belum mendapat imunisasi polio
  2. Bepergian ke daerah yang masih banyak terjangkit polio
  3. Usia yang sangat lanjut atau sangat muda
  4. Luka di mulut, hidung atau tenggorokan
  5. Stress dan kelelahan fisik yang luar biasa sehingga melemahkan system kekebalan tubuh.

 

Ciri-Ciri dan Gejala Penyakit Polio :

Masa inkubasi virus polio biasanya berkisar 3-35 hari. Gejala umum serangannya adalah pengidap mendadak lumpuh pada salah satu anggota gerak setelah demam selama 2-5 hari. Penyakit polio dibedakan menjadi 3 jenis, maka masing – masing dari jenis penyakit polio tersebut memiliki gejala / tanda – tanda sendiri.

  1. Polio non-paralisis: Polio non-paralisis menyebabkan demam, muntah, sakit perut, lesu, dan sensitif. Terjadi kram otot pada leher dan punggung, otot terasa lembek jika disentuh.
  2. Polio paralisis spinal: Strain poliovirus ini menyerang saraf tulang belakang, menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Pada penderita yang tidak memiliki kekebalan atau belum divaksinasi, virus ini biasanya akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak. Namun penderita yang sudah memiliki kekebalan biasanya terjadi kelumpuhan pada kaki.
  3. Polio bulbar: Polio jenis ini disebabkan oleh tidak adanya kekebalan alami sehingga batang otak ikut terserang. Batang otak mengandung syaraf motorik yang mengatur pernapasan dan saraf kranial, yang mengirim sinyal ke berbagai syaraf yang mengontrol pergerakan bola mata; saraf trigeminal dan saraf muka yang berhubungan dengan pipi, kelenjar air mata, gusi, dan otot muka; saraf auditori yang mengatur pendengaran; saraf glossofaringeal yang membantu proses menelan dan berbagai fungsi di kerongkongan; pergerakan lidah dan rasa; dan saraf yang mengirim sinyal ke jantung, usus, paru-paru, dan saraf tambahan yang mengatur pergerakan leher. Sudah bisa dibayangkan jenis polio ini menyebabkan kematian.

 

Pencegahan Penyakit Polio

Virus polio sangat menular dan tak bisa disembuhkan. Virus ini menyerang seluruh tubuh (termasuk otot dan sistem saraf) dan bisa menyebabkan kelemahan otot yang sifatnya permanen dan kelumpuhan total dalam hitungan jam saja. Penularan virus polio bisa dari mulut yaitu percikan air liur, bisa juga dari tinja penderita polio. Beberapa cara pencegahan penyakit polio:

  1. Imunisasi polio yang biasanya dilakukan saat bayi atau anak-anak. Vaksin polio ada 2 jenis yaitu vaksin salk (vaksin virus polio yang tidak aktif), dan vaksin sabin (vaksin virus polio yang aktif).Vaksin polio yang paling disukai dan mampu memberikan kekebalan tubuh sampai dengan 90% adalah vaksin sabin per-oral yang cara pemberiannya dengan diteteskan melalui mulut. mulut. Namun, untuk penderita gangguan sistem kekebalan tubuh, vaksin polio dengan jenis ini sangat dihindari karena justru akan menyebabkan penyakit polio. Karena itu, vaksin polio jenis ini tidak diberikan pada bayi yang menderita gangguan sistem kekebalan maupun bayi yang berhubungan dekat dengan para penderita sistem kekebalan. Mengapa demikian? Karena virus hidup yang menyebabkan polio tersebut dikeluarkan melalui tinja atau kotoran penderita polio
  2. Bila memasak air harus mendidih dengan sempurna. Dengan suhu yang tinggi dapat cepat mematikan virus polio, sebaliknya bila keadaan beku atau suhu yang rendah virus ini bisa bertahan hidup bertahun-tahun
  3. Biasakan menjalani pola hidup yang sehatSanitasi yang baik dan bersih

 

Apa yang Perlu Diketahui Orangtua tentang Pekan Imunisasi Nasional Polio 2016

Indonesia telah dinyatakan bebas polio bersama dengan negara-negara anggota Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) di Asia Tenggara pada bulan Maret 2014. Untuk mempertahankan keberhasilan tersebut, dan untuk mewujudkan Dunia Bebas Polio, Indonesia perlu melakukan imunisasi polio tambahan yaitu Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang akan dilaksanakan pada tanggal 8-15 Maret 2016. Penyakit polio tidak ada obatnya, namun dapat dicegah dengan imunisasi polio. Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat efektif untuk mencegah penyakit polio.

 

Dimana dilaksanakan PIN Polio?

Tempat Pemberian Imunisasi dilaksanakan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Puskesmas Pembantu (Pustu), klinik swasta dan rumah sakit serta pos pelayanan imunisasi lainnya di bawah koordinasi Dinas Kesehatan setempat.

 

Apakah imunisasi polio oral (OPV) aman?

Imunisasi polio oral merupakan imunisasi yang sangat aman. Imunisasi polio telah digunakan pada sekitar 2,5 miliar anak di seluruh dunia. Imunisasi polio ini juga telah menurunkan angka kejadian penyakit polio sekitar 99%.

 

Bagaimana pemberian imunisasi polio oral?

Imunisasi polio oral diberikan melalui tetesan, sebanyak 2 tetes ke dalam mulut anak. Anak akan menyukai imunisasi ini karena rasa yang manis.

Siapa yang perlu mendapat imunisasi polio oral?

Anak sehat berusia 0-59 bulan, perlu mendapat imunisasi polio oral, tanpa memperhatikan imunisasi polio sebelumnya. Bila anak telah mendapat imunisasi polio oral beberapa waktu sebelumnya atau imunisasi polionya sudah lengkap, tetap perlu mendapat imunisasi polio oral.

 

Bagaimana bila anak sedang sakit?

Bila anak sedang batuk pilek tanpa demam, anak tetap BOLEH mendapat imunisasi polio oral. Bila anak sedang demam atau sakit berat lainnya, maka imunisasi polio oral DITUNDA. Imunisasi polio diberikan setelah anak sembuh, mengingat PIN berlangsung sampai tanggal 15 Maret 2016.

 

Anak balita yang imunisasi polio sudah lengkap, apakah perlu PIN Polio?

Anak balita yang imunisasi polio sudah lengkap, PERLU dan HARUS mendapat imunisasi polio oral saat PIN Polio. Imunisasi polio akan melindungi usus anak dan mengeluarkan virus polio liar yang mungkin ada dalam usus anak. Virus polio liar yang keluar dari usus akan mati dalam beberapa hari. Bila semua anak mendapat imunisasi polio oral secara bersama di seluruh dunia, maka virus polio akan dapat dihilangkan dari muka bumi.

 

Apa manfaat PIN polio bagi anak?

PIN Polio akan meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap polio. Selain itu, dengan ikut PIN Polio, orangtua berperan aktif dalam membasmi virus polio. Contoh penyakit infeksi yang telah berhasil dibasmi adalah penyakit cacar pada tahun 1979. Semoga virus polio ini juga dapat dibasmi, sehingga tidak ada lagi anak di seluruh dunia yang lumpuh akibat penyakit polio.


Sumber :

http://buletinkesehatan.com/ciri-ciri-dan-gejala-penyakit-polio-akibat-infeksi-virus-1/

http://www.kompasiana.com/ulihape/yok-bawa-anak-imunisasi-polio_56de1f1fbb9373be08f24869